Showing posts with label balon presiden. Show all posts
Showing posts with label balon presiden. Show all posts

Saturday, July 13, 2013

MUNGKINKAH FARHAT ABBAS MENJADI PRESIDEN ?



Perlahan tapi pasti, pencalonan Farhat Abbas sebagai calon presiden muda Indonesia mulai mendapat dukungan dari banyak orang di Indonesia. Hal ini terlihat dari jumlah followernya yang terus bertambah (saat tulisan ini dibuat lebih dari 148.500 follower) dan tweet-tweet dari followernya yang bernada positif mendukung Farhat Abbas sebagai presiden muda RI.
Pertambahan follower dan tanggapan positif dari tweeps bukan datang tiba-tiba, tapi berkat kedewasaan Farhat Abbas dalam berpolitik dan memainkan isu-isu populer untuk meraih simpati dan dukungan, berbeda jauh dengan Farhat Abbas sebelumnya yang lebih kontroversial dan memancing permusuhan, antara lain dengan mengkritik Ahok tentang nomor cantik plat-plat mobil DKI Jakarta.
Farhat Abbas mempopulerkan hastag #akuindonesia dengan menyebutkan nama-nama kota/daerah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, sampai-sampai Timor Leste pun disebutkan oleh Farhat Abbas, sehingga tweeps yang berada di daerah yang disebutkan merasa senang, hal ini sekaligus menunjukan Farhat Abbas peduli dan concern masalah-masalah di daerah di seluruh Indonesia.
Farhat Abbas juga mengaku sebagai fans berat JKT48, dan beberapa kali memention akun twitter milik personil JKT48 antara lain @nabilahJKT48, @cindyJKT48 dll. Hal ini membuat fans-fans JKT48 menjadi senang, bersimpati dan memberikan dukungan kepada Farhat Abbas sebagai presiden muda RI 2014. Ada baiknya jika Farhat mau mendapat lebih banyak fans dan pendukung, ia harus mengaku sebagai fans berat Fatin Shidqia Lubis, dijamin Fatinistic berbondong-bondong akan mendukung Farhat Abbas sebagai presiden muda RI.

Sebagai bentuk keseriusan Farhat Abbas maju dalam pencapresan RI, dan tanggapan media terhadap keseriusan tersebut, yang ingin mengetahui pandangan-pandangan, gagasan-gagasan dan program-programnya apabila Farhat Abbas mau rakyat Indonesia memilihnya sebagai presiden, maka Metro TV melalui acara Mata Najwa mengundang Farhat Studio pada tanggal 19 July 2013 dengan tema ‘Presiden Muda Masa Depan’.

Akankah Farhat Abbas tampil maksimal dan mampu membuat rakyat Indonesia yang menonton acara Mata Najwa bersimpati seperti para tweeps yang minta di follback oleh Farhat, atau justru sebaliknya, Farhat Abbas akan menjadi bulan-bulanan Najwa Shihab seperti yang pernah terjadi pada Rhoma Irama yang saking groginya berhadapan dengan host Najwa Shihab sampai lupa melepas kacamata hitamnya di studio Metro TV yang berada di dalam ruangan.

Sunday, July 7, 2013

BURSA CALON PRESIDEN SEMAKIN RAMAI





Semua orang semakin merasakan dinamika tahun politik dengan mulainya partai-partai politik menampilkan sosok tokoh yang akan ditampilkan sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2014. Terakhir kita melihat Partai Hati Nurani Rakyat yang mengusung pasangan Wiranto dan Hary Tanoesudibjo sebagai calon presiden dan wakil presiden.

Munculnya nama Wiranto dan Hary Tanoe melengkapi nama-nama yang sudah lebih diusung partai yang lain. Sebelum ini yang sudah gencar menampilkan capresnya adalah Partai Golkar yang mengusung Aburizal Bakrie, Partai Gerakan Indonesia Raya yang menjagokan Prabowo Subianto, dan Partai Amanat Nasional yang menawarkan Hatta Rajasa.

Dua partai besar Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan belum secara resmi memunculkan capres yang akan mereka usung. Partai Demokrat hari Minggu ini baru akan mengumumkan kriteria capres yang mereka usung.

Partai Demokrat memilih jalan untuk menggelar konvensi guna mendapatkan capres yang diingini. Konvensi Partai Demokrat terbuka untuk calon dari dalam maupun dari luar partai. Untuk itulah mereka kemudian menyusun kriteria bagi mereka yang ingin menjadi capres dari partainya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Beberapa nama dari luar yang sudah mengindikasikan untuk menggunakan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik adalah Gita Wiryawan, Dahlan Iskan, Mahfud Md, Djoko Santoso, dan Jumhur Hidayat. Sementara dari dalam partai nama terakhir yang coba dimunculkan adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat Pramono Edhie Wibowo.

Akan halnya PDI Perjuangan, selama ini mereka bersikukuh untuk memajukan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sebagai capres. Namun setelah tiga kali berturut-turut kalah dalam pemilihan presiden, sangatlah tidak cerdas apabila Megawati dipaksakan untuk menelan pil pahit yang keempatkalinya.

Apalagi sekarang ini Megawati tidak memiliki pendamping yang bisa "melindungi" dirinya ketika harus menghadapi tekanan politik. Kepergian Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas membuat Megawati ibaratnya kehilangan satu sayapnya.

Untuk itu PDI Perjuangan merencanakan untuk mempercepat rapat koordinasi nasional guna menetapkan siapa yang akan menggantikan Megawati sebagai capres PDI Perjuangan. PDI Perjuangan mempunyai satu nama baru yang sekarang sedang menjadi "darling" masyarakat, yaitu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Seperti biasa keputusan PDI Perjuangan berada di tangan Megawati. Yang kita tunggu, apakah PDI Perjuangan sungguh-sungguh menginginkan calonnya memenangi pemilihan presiden ataukah mereka bersikukuh dengan calon yang "itu-itu lagi"?

Semua parpol tentunya bertujuan untuk meraih kekuasaan. Untuk itulah setiap parpol harus menemukan sosok yang memang dekat dengan hati para pemilih, bukan hanya sekadar memaksakan preferensinya sendiri.

Pada akhirnya pada pemilihan presiden nanti yang menentukan adalah rakyat pemilih, bukan parpol. Kita tidak mungkin memaksakan nama yang bukan pilihan dari rakyat. Kita harus mau menyadari bahwa rakyat memiliki logikanya sendiri.

Itulah yang harus bisa dibaca oleh parpol. Mereka harus bisa memahami logika masyarakat. Hanya dengan itu, maka parpol mempunyai potensi untuk bisa memenangi pemilihan presiden kelak.

Partai Demokrat mencoba untuk melakukan hal itu. Konvensi yang mereka akan lakukan dimaksudkan untuk mendekatkan calon mereka dengan para pemilih. Sekarang tinggal, apakah konvensi itu akan dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk mencari calon yang dekat dengan hati rakyat  atau sebenarnya hanya menjadi alat legitimasi atas calon yang sudah mereka persiapkan.

Satu yang menjadi persoalan besar Partai Demokrat, mereka tidak lagi mempunyai calon yang sekuat SBY. Semua nama yang mereka miliki sekarang ini tidak memiliki pamor dan kedekatan dengan hati rakyat seperti halnya SBY.

Dengan jumlah pemilih baru dan pemilih muda yang besar, peluang bagi pemimpin baru dan muda untuk terpilih sebagai presiden jauh lebih kuat. Para pemilih tahu tidak suka lagi dengan yang namanya "4L", "lu lagi...lu lagi..."

Untuk itu semua parpol yang akan mengusung capresnya pada pemilu mendatang harus menemukan sosok baru yang memang menjanjikan. Kita butuh pemimpin baru yang segar, cerdas, dan memiliki karakter yang kuat untuk bisa membawa Indonesia mampu menghadapi tantangan zaman yang lebih berat.

Wednesday, July 3, 2013

PPP BELUM TUNJUK CAPRES

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak mau ikut-ikutan melakukan deklarasi calon presiden yang diusung partai berlambang Kabah tersebut.
Menurut Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, partainya akan fokus terlebih dulu pada Pemilu legislatif sebelum menyampaikan resmi bakal calon presidennya.
“Kalau pileg PPP peroleh hasil jauh lebih baik dari 2009 maka akan jadi modal 2014. Jadi kita cari modal dulu, bukan sesumbar saya misalnya akan jadi capres (calon presiden). PPP tahu dirilah. Kita cari modal besar,” demikian disampaikan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali di Jakarta, Rabu siang (3/7).
Suryadharma mengatakan, penetapan bakal calon presiden dipilih melalui rapat pimpinan nasional (rapimnas). Saat ini, PPP sedang menjajaki para kader partainya dan luar partai yang berpotensi dimajukan menjadi calon Presiden dan Wakil Presiden.
“Memang saat ini sudah ada pimpinan parpol yang deklarasikan dirinya capres atau cawapres untuk Pemilu 2014. Itu adalah hak parpol yang bersangkutan. Bagi PPP sampai hari ini belum menetapkan siapa yang diusung capres atau cawapres 2014 yang akan datang,” kata Suryadharma yang juga Menteri Agama tersebut.
Sementara untuk membekali para calon legislatifnya, PPP sendiri kata dia sedang mengumpulkan para bakal caleg di hotel Atlet Century untuk merumuskan upaya pemenangan pada Pemilu 2014. “Siapa (capres) belum kami kaji secara khusus,” kata dia lagi.

Tuesday, July 2, 2013

CSIS MERILIS 12 KANDIDAT CALON PRESIDEN 2014

Centre for Strategic and Internasional Studies merilis 12 nama kandidat calon presiden 2014. Survei ini dilakukan pada 16-24 Januari 2012 dengan melibatkan 2.117 responden yang dipilih melalui random sampling, mulai tingkat kabupaten sampai dengan rumah tangga dan individu di 23 provinsi.

"Preferensi masyarakat untuk calon presiden dipengaruhi oleh penilaian terhadap kinerja Presiden SBY sebagaiincumbent dan juga figur-figur penopang koalisinya," kata Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS Philips Vermonte dalam diskusi "Prospek Pilpres 2014: Figur Inclumbent yang Lemah, Figur Oposisi Menjadi Alternatif?" di Kantor CSIS, Jakarta Barat, Rabu 15 Februari 2012.

Berdasarkan popularitas, Megawati menduduki peringkat pertama yakni 91,6%, disusul Jusuf Kalla 84%, dan Wiranto 73,9%. "Prabowo Subianto 65,9%, Hamengkubuwono X 62%, Ani Yudhoyono 62%, dan Aburizal Bakrie 61,4%.

Bila koresponden diberikan pertanyaan bila pemilihan presiden diadakan hari ini, Megawati mendapat dukungan 10% pemilih, sementara Prabowo disokong 6,7% pemilih.

"Sementara figur-figur yang diasosiasikan dengan partai koalisi atau incumbentmendapat dukungan yang lebih rendah," ungkapnya.

Berikut 12 nama kandidat calon presiden 2014 versi CSIS:
1.Megawati
2.Prabowo Subianto
3.Jusuf Kalla
4.Aburizal Bakrie
5.Hamengkubuwono X
6.Ani Yudhoyono
7.Hatta Rajasa
8.Hidayat Nurwahid
9.Mahfud MD
10.Wiranto
11.Dahlan Iskan
12.Anas Urbaningrum

"Sementara itu, nama Puan Maharani, Soekarwo, Pramono Edhie, Anies Baswedan, Sri Mulyani, Surya Paloh, dan Djoko Suyanto mendapat dukungan di bawah 2 persen.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendaftar ada 26 tokoh yang sedang mempersiapkan diri untuk berlaga di ajang pemilihan presiden mendatang.