Tuesday, June 9, 2015

Pilkada Serentak Syarat Bagi Calon Indenpenden

Jalur Indenpenden kini semakin sulit untuk dilakukan calon setidaknya harus memiliki 7,5 % dukungan di setiap daerahnya.
Syarat bagi calon kepala daerah yang ingin maju melalui jalur independen pada pilkada periode 20152019 mendatang tampaknya semakin sulit. Hal itu karena, KPU telah mengesahkan Peraturan KPU (PKPU) terkait pencalonan di pilkada, termasuk soal pencalonan calon independen.

Adapun aturan soal pencalonan calon independen tercantum dalam PKPU Nomor 9 tahun 2015 tentang Pencalonan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Calon non parpol itu disyaratkan mengumpulkan sejumlah dukungan yang tak sedikit dari pemilih untuk bisa mencalonkan diri.

Dukungan tersebut harus dibuktikan dengan fotokopi KTP pendukung. Tak hanya itu, pendukung si calon juga harus mengisi formulir dukungan yang harus ditandatangani.

Tak sampai di situ, persyaratan diperberat untuk jumlah dukungan yang harus dikumpulkan. Contohnya, di PKPU Nomor 13 tahun 2010, untuk daerah dengan jumlah penduduk 6 juta-12 juta, minimal dukungan yang dibutuhkan adalah 4 persen. Namun kini, di PKPU Nomor 9 Tahun 2015, untuk daerah dengan jumlah penduduk 6 juta-12 juta, calon independen harus mengumpulkan minimal dukungan 7,5 persen.

Sumarno, menerangkan bahwasanya, persyaratan baru bagi calon independent tersebut didasarkan atas UU nomor 8 tahun 2015. "KPU itukan pelaksana undang-undang. Jadi hal itu yang telah ditetapkan di PKPU Nomor 9 tahun 2015 berdasarkan UU no.8 tahun 2015 tentang syarat perseorangan. Jadi, KPU tidak punya otoritas di luar itu," katanya dalam rilis yang diterima merdeka.com, Selasa (26/5).

Sementara itu, terkait pengesahan PKPU terhadap adanya indikasi kesengajaan yang secara langsung memberatkan para calon independent nantinya dalam pencalonan, dirinya menampik hal tersebut. "Pertanyaan itu seharusnya ditujukan pada penyusun UU. Kalau KPU kan hanya nyusun. Kalau UU bilang gitu, KPU ya enggak punya alasan untuk mengutak-atik bahkan mengubah. Karena, semua kan berdasarkan peraturan," ungkapnya.

Di sisi lain menyangkut pemberlakuan PKPU itu, Sumarno menjelaskan, peraturan tersebut akan terus berlaku sepanjang tidak ada masalah dalam perjalanannya. "Ya akan terus berlaku. Kecuali ada yang mempersoalkan undang-undang tersebut di kemudian hari, lalu menggugat ke MK, dan MK menganggap memang hal itu menjadi persoalan, ya berarti akan diubah. Namun, sejauh inikan belum ditemukan hal-hal yang bertentangan dengan UU," terangnya.
By eckooy..

Tuesday, June 2, 2015

PDIP Siap menghadapi Pilkada Serentak

Baru kali ini indonesia mengadakan Pilkada serentak untuk itu partai PDIP telah siap bertarung merebutkan Kursi dewan yang ada diwilayah masing masing ranting.DPD PDIP Jawa Barat melakukan konsolidasi jelang pilkada serentak 9 Desember mendatang. Sebanyak delapan daerah di Jawa Barat melakukan konsolidasi.

"Ketua DPRD bahkan seluruh ketua DPC, sekertaris, dan bendahara DPC kami kumpulkan untuk konsolidasi bagi tugas mengepung kota menjelang pemilukada serentak," ujar Ketua DPD Jawa Barat TB Hasanudin. 

Konsolidasi itu, ujar TB, dilakukan untuk bagi tugas dalam rangka mengepung dan mengarahkan kota yang nantinya akan menunjuk beberapa anggota DPR RI, siapa yang menjadi koordinatornya. "Jadi delapan kota yang siap pemilukada serentak sudah siap dilakukan," tuturnya.

Lebih lanjut, kata TB,  pihaknya akan membuat susunan tugas yang dimulai dari misi dan visinya, dalam menyiapkan jaringan sampai juga menyiapkan secara online. "Kemudian juga kita mulai menyiapkan pengalangan dengan beberapa partai  yang akan berkoalisi," sebutnya.

Soal logistik, kata TB sudah diperhitungkan, berapa yang diperlukan nantinya, dan metoda apa untuk pemenangan termasuk di dalamnya membuat peta politik sampai ke tingkat desa. "Semua sudah dipahami, diyakini dan termasuk para bupati dan wakil bupati yang ada di  Jawa Barat, ya tentunya dari  PDIP," jelasnya.

Sehingga, nantinya, lanjut TB,  para bupati, wakil bupati, bahkan yang lainya akan ditempatkan diperbatasan wilayah, serta ada juga yang akan membantu dari ranting dan PAC. "Serta dari pendukung kita sendiri dengan cara mengerakan, diarahkan untuk mencoblos calon kita. Jadi strategi kita desa mengepung kota dan kita telah membentuk basis strategi ini, untuk ditempatkan  di Tempat Pemungutan Suara (TPS )," jelasnya.

 

Setidaknya soal itu  harus ada 10 orang tim yang aktif di setiap TPS  yang dimulai dalam membentuk TPS  itu sendiri. "Saya sanggat optimis sekali lima mungkin menjadi Bbupati,dan tiga menjadi wakil bupati dan kelima bupati itu akan memperebutkan di wilayah seperti,Sukabumi, Cianjur, Pangadaran, Indramayu Depok juga Kabupaten Bandung," tandasnya. 

Hasanudin menargetkan 5 daerah yakni Cianjur, Indramayu, kab  Pangandaran, Sukabumi, Depok. "Untuk 3 wilayah lainnya yakni kab Bandung, kab Tasik dan  Karawang kita targetkan wakil bupati," tandasnya.by eckooy....

Sunday, May 31, 2015

Pilkada Serentak Akhir Tahun ini

Akhir tahun ini tepatnya bulan Desember akan diadakan pilkada serentak diseluruh daerah dalam wilayah indonesia. Akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) meresmikan pelaksanaan pemiihan umum kepala daerah (pilkada) secara serentak pada 2015. Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, pilkada serentak ini menjadi penting dan sebagai momen bersejarah bagi Indonesia.

"Launching pilkada serentak ini penting bagi kita, karena jadi momentum bangsa kita untuk memilih kepala daerah secara masif yang terorganisir dan terstruktur," ujar Husni dalam pidato peresmian pilkada serentak di Kantor KPU Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2015).

Husni mengatakan, Pilkada serentak gelombang pertama akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015. Gelombang ini untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah yang memasuki akhir masa jabatan (AMJ) 2015 dan semester pertama 2016. Kemudian gelombang kedua dilakukan pada Februari 2016 untuk AMJ semester kedua tahun 2016 dan seluruh daerah yang AMJ jatuh pada 2017.

"Sedangkan gelombang ketiga dilaksanakan pada Juni 2018 untuk yang AMJ tahun 2018 dan AMJ tahun 2019," ucap Husni.

Adapun, lanjut Husni, tahapan pilkada serentak 2015 ini diawali dan ditandai‎ dengan penerimaan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) secara serentak pada hari ini. DAK2 ini untuk pertama kali digunakan sebagai dasar bagi penentuan prosentase syarat dukungan calon perseorangan, agar para calon perseorang lebih awal dapat mempersiapkan diri.

Husni menambahkan, ‎model pemilihan serentak ini merupakan yang pertama kali di Indonesia, bahkan di dunia. Indonesia harus dicatat dalam sejarah demokrasi dunia karena tercatat ada 269 daerah terdiri atas 9 provinsi, 36 kota, dan 224 kabupaten yang serentak memilih kepala daerah. Artinya, sekitar 53 persen dari total 537 jumlah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia akan melaksanakan pilkada serentak gelombang pertama.

"Namun tentu bukan hal mudah untuk melakukan itu semua. Karena banyak tantang yang akan dihadapi," ucap Husni.

Peresmian Pilkada serentak ini dihadiri sejumlah pihak terkait. Di antaranya Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. By Eckooy..

Tuesday, July 8, 2014

HASIL QUICK COUNT PILPRES SEMENTARA

Hasil quick count sementara ini masih seimbang sama kuat
Dan hasil pun belum bisa di tentukan siapa yang akan menjadi pemimpin di Indonesia karena hasil masih

1. Prabowo-Hata  = 0%

2. Jokowi-JK         = 0%

Dikarenakan pencoblosan baru dimulai pagi nanti pukul 08:00

Saturday, July 5, 2014

Hasil Quick Count PilPres Luar Negri Di Arab Saudi

Hasil quick count berdasarkan Pilpres (Pemilihan Presiden) 2014 yang digelar luar negeri yaitu di Jeddah, Arab Saudi pada hari Jumat, 4 Juli 2014 menyatakan bahwa pasangan nomor urut 2, Jokowi-JK meraih sekitar 75 persen dan pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapatkan 20 persen suara.

Seperti diberitakan beritasatu.com, berdasarkan Surat Keputusan KPU Nomor 462/Kpts/KPU/Tahun 2014 yang ditandatangani Ketua KPU Husni Kamil Manik, pada 20 Juni 2014, pelaksanaan Pilpres di luar negeri dilaksanakan pada 4-6 Juli 2014 dan penghitungan suara, pada 9 Juli 2014. Pada lampiran Keputusan KPU disebutkan bahwa jadwal pelaksanaan Pilpres 2014 di ibu kota masing-masing perwakilan RI, di antaranya Amman (Yordania) dan Jeddah (Arab Saudi) digelar pada Jumat (4/7).

Sementara itu, pada 5 Juli, Pilpres digelar di Dili (Timor Leste), Hong Kong, Kairo (Mesir), Kuwait City (Kuwait) , Berlin (Jerman ), Canberra (Australia), Cape Town (Afrika Selatan), London (Inggris), Den Haag (Belanda), Kuala Lumpur (Malaysia), dan Kopenhagen (Denmark). Selanjutnya, pada 5 Juli digelar Pilpres 2014 di Ankara (Turki), Baghdad (Irak), Bangkok, dan Abu Dhabi (UEA). Di Beijing, Tiongkok, WNI memberikan suaranya pada 6 Juli. Pada hari yang sama WNI juga memberikan hak suaranya untuk Pipres 2014 di Islamabad (Pakistan), Damaskus (Suriah), dan Madrid (Spanyol). Berdasarkan informasi yang beredar, hasil quick count untuk kemenangan Jokowi-JK di beberapa negara di luar negeri adalah Inggris 82%, Belanda 77%, Hongkong 82%, Jerman 90%, dan Qatar 60%.

Tanggapan Kubu Jokowi-JK

Anggota Tim Sukses Jokowi-JK, Yuddy Chrisnandi saat dihubungi BeritaSatu.com di Jakarta, Sabtu (6/7) menyatakan bahwa kabar kemenangan di dapatkan dari Wakil Rektor Universitas Paramadina Ir Widjayanto MPP. “Kami gembira sebab hasil ini adalah awal yang baik,” kata Yuddy yang juga dikenal sebagai politisi Partai Hanura mengaku terus melakukan pendataan mengenai hasil penghitungan cepat di sejumlah perwakilan Republik Indonesia (RI) di berbagai negara.

Benarkah hasil quick count tersebut benar? Banyak yang mempertanyakan hasil hitung cepat ini karena kabar kemenangan ini didapatkan dari Wakil Rektor Universitas Paramadina, dimana Anies Baswedan merupakan Juru Bicara Tim Sukses Jokowi-JK sementara beritasatu.com merupakan media yang selalu mendukung pasangan nomor urut 2 dan menjadi bagian dari perusahaan milik Grup Lippo milik James Riady yang pernah diisukan penyumbang dana kampanye untuk Jokowi semasa Pilkada DKI Jakarta 2012.

Hasil Exit Poll di Arab Saudi

Hasil exit poll yang dilakukan relawan Jokowi bernama Muhammad Ridwan juga mengklaim kemenangan telak pada Pemilihan Presiden, Jokowi berhasil meraih suara 81% di Arab Saudi. Sementara capres lawan, Prabowo hanya mengantongi suara sebanyak 14% saja. Sedangkan suara tak sah mencapai 5%. Survei exit poll adalah metode yang digunakan untuk mengetahui opini publik sesaat setelah keluar dari bilik suara.

Perolehan ini masih di bawah ekspektasi. “Kami di Saudi ini umumnya ikut kiai-kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU). Taksiran kami, Jokowi 95% karena kami di sini mengirim sumbangan ke kampung untuk pasang spanduk Jokowi,” kata Ridwan dalam pernyataan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (5/7/2014).

Ridwan mengatakan, kebanyakan WNI yang tinggal di Arab Saudi merasa tak betah tinggal di negara itu. Makanan dan suhu di sana menjadi kendala. Karena itu mereka mengharapkan Jokowi dan cawapres-nya, Jusuf Kalla atau JK mampu membangun lapangan kerja sebanyak-banyaknya jika terpilih kelak, agar mereka tak perlu lagi bekerja di luar negeri

Hasil Quick Count Pilpres Di asia dan eropa

Warga Indonesia di sejumlah kota di luar negeri telah melakukan pencoblosan untuk Pilpres 2014. Hasil perhitungan cepat atau quick count pada Pemilihan presiden (Pilpres) sudah dibeberkan.

Di Arab Saudi, pasangan nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) diberitakan menang 75 persen. Sedangakan kubu Prabowo-Hatta meraih 25 persen suara. Pelaksanaan Pilpres 2014 Arab Saudi digelar di Jeddah, pada Jumat (4/7). “Kabar kemenangan ini saya dapatkan dari Wakil Rektor Universitas Paramadina Ir Widjayanto MPP. Kami gembira sebab hasil ini adalah awal yang baik,” kata anggota Tim Sukses Jokowi-JK, Yuddy Chrisnandi dilansir BeritaSatu.com di Jakarta, Sabtu 5 Juli 2014. (Ralat:Tim Sukses mengatakan hasil berdasar "Exit Poll" bukan quick count di Arab Saudi. Jokowi-JK 75% dan Prabowo-Hatta 20%)

Sementara itu hasil quick count Pilpres menurut akun twitter intelijen @TM2000back atau TrioMacan2000 memenangkan pasangan Prabowo-Hatta. Berikut hasil quick count versi TrioMacan2000 yang juga diberitakan asatunews.com:
1. TAIWAN
Prabowo Hatta 76%
Jokowi JK 24%

2. ARAB SAUDI
Prabowo Hatta 46%
Jokowi JK 54%

3. MALAYSIA
Prabowo Hatta 75%
Jokowi JK. 25%

4. JEPANG :
Prabowo Hatta 77%
Jokowi JK 23%

5. RRC / CHINA
Prabowo Hatta : 45%
Jokowi Jk. : 55%

6. SINGAPORE
Prabowo hatta : 52%
Jokowi Jk. : 48%7.

7. YAMAN :
Prabowo Hatta : 66%
Jokowi Jk. : 34%

Selain itu hasil quick count juga beredar di situs jejaring sosial (FB dan Twitter) dan BlackBerry Messenger (BBM). Menurut, Sally, salah seorang yang menerima pesan berantai itu, Jokowi-JK menang telak ala pesan tersebut. Berikut hasil quick count versi BBM yang banyak beredar:
Negara,Prabowo-HT,Jokowi-JK
Arab Saudi, 25,75
Eropa 40,60
Amerika 20,80
Australia 15,85
TimurTengah 30,70
Asia Oceania 35, 65
Malaysia 15,85
Jepang 40,60

Hasil resmi Pilpres di luar negeri akan diumumkan KPU setelah melakukan rekapitulasi.

Hasil Quick Count Pilpres Di Luar Negri Daerah Asia

PEMUNGUTAN suara WNI di luar negeri telah berlangsung mulai hari ini. Mulai banyak klaim dan gosip mengenai hasil perolehan Pilpres, atau Quick Qount. Berikut adalah hasil Quick Count dari akun twitter intelijen @TM2000back atau TrioMacan2000.

1. TAIWAN 
Prabowo Hatta 76%
Jokowi JK 24%

2. ARAB SAUDI
Prabowo Hatta 46%
Jokowi JK 54%

3. MALAYSIA
Prabowo Hatta 75%
Jokowi JK. 25%

4. JEPANG :
Prabowo Hatta 77%
Jokowi JK 23%

5. RRC / CHINA
Prabowo Hatta : 45%
Jokowi Jk. : 55%

6. SINGAPORE
Prabowo hatta : 52%
Jokowi Jk. : 48%7.

7. YAMAN :

Prabowo Hatta : 66%
Jokowi Jk. : 34%

Demikian sekilas Info hasil QC Pilpres yang sudah masuk.

Catatan : Bukan Hasil Resmi berdasarkan ketentuan UU/KPU
Hanya hasil QC jaringan akun tersebut.

Demikian, tanggapi dengan senyuman. Ini bulan Ramadan, lho. Jangan panik, tetap berdoa dan jangan GOLPUT 9 Juli nanti.