Monday, November 28, 2016

Hasil quick count Pilkada Propinsi Banten 2017

Serang - Lembaga Indo Barometer melakukan survei terhadap sejumlah nama bakal calon gubernur Banten pada tanggal 7-12 April 2016. Hasilnya, incumbent Gubernur Banten Rano menempati peringkat tertinggi dibandingkan sejumlah nama bakal calon gubernur lainnya.

Hal tersebut diungkapkan salah satu peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli, saat diskusi bertajuk “Meneropong Banten 2017” yang diselenggarakan Laboraturium Ilmu Pemerintahan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Hotel Le Dian, Rabu (1/6).

Hadi menjelaskan bahwa Indo Barometer melakukan survei terhadap beberapa nama bakal calon gubernur yakni Dimyati Natakusumah, Ahmad Taufik Nuriman, Zaki Iskandar, Airin Rachmi Diany, Andika Hazrumy, Anton Apriantono, Arif Wismansyah, Asmuji, Desi Ratna Sari, Eden Gunawan, Mulyadi Jayabaya, Rano Karno, Ranta Soeharta, Taufiquerahman Ruki, Tb Haerul Jaman, Tb Iman Ariyadi, Triana Sjamun, dan Wahidin Halim.

“Survei dilakukan merata di seluruh daerah di Provinsi Banten, tidak hanya satu atau dua daerah,” ujar Hadi.

Menurut Hadi, berdasarkan hasil survei melalui pertanyaan terbuka, dari seluruh calon menunjukan elektabilitas Rano Karno mendapatkan nilai tertinggi sebesar 18,88 persen, disusul oleh Wahidin Halim, dan Andika Hazrumy.

“Pertanyaan tertutup, elektabilitas Rano Karno masih paling tinggi 34 persen, disusul Wahidin Halim, Andika, dan Dimyati. Responden yang digunakan sebanyak 800. Wawancara dilakukan dengan tatap muka dengan kuesioner,” jelasnya.

Sementara itu, pakar politik yang juga dosen komunikasi politik Universitas Indonesia (UI), Ibnu Hamad, yang juga hadir dalam diskusi tersebut mengkritisi hasil survei terhadap bakal calon gubernur Banten yang dilakukan oleh lembaga survei Indo Barometer.

Ibnu Hamad mengungkapkan, jumlah responden dalam survei tersebut masih jauh dari jumlah pemillih yang ada di Banten.

“Responden seperti dibilang hanya 800 orang, sedangkan masyarakat di Banten? Jauh lebih banyak, jutaan,” ujar Ibnu Hamad.

Selain itu, pelaksanaan survei ini masih jauh dari masa kampanye dan penyelenggaraan Pilgub. Sehingga hasil survei masih bisa berubah. “Bicara survei, bicara terkait keimanan, sejauh mana keimanan kita terhadap hasil survei tersebut,” ujarnya.

Untuk diketahui, jumlah penduduk di Banten berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, mencapai 11 juta jiwa lebih. Sedangkan yang masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten, sebanyak 8,6 juta pemilih.

Secara terpisah, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten HM Sukira mengatakan, partainya tidak hanya melihat satu survei sebagai parameter mengusung calon kepala daerah.

“Tingkat kepercayaan saya pada survei itu baru 50 persen,” kata Sukira.

Sukira juga mengatakan, meski hasil survei popularitas dan elektabilitas Rano Karno tinggi, saat ini bakal calon lain masih melakukan kerja-kerja politik. Sehingga, peluang untuk hasil survei berubah masih besar. “Angka survei bisa berubah-ubah kapan saja,” katanya.

Sukira mempertanyakan format survei Indo Barometer yang tidak membuat simulasi pasangan bakal calon. “Seandainya saja Indo Barometer memasangkan antara bakal calon satu dengan bakal calon lainnya, dengan angka yang seperti itu, bisa saja kepercayaan saya meningkat,” ujarnya.

No comments:

Post a Comment